Saturday, May 30, 2009

Hidup Hanya Sebuah Perjalanan

Dulu, ada seorang raja yang mengatakan pada seorang penunggang kuda, bahwa jika dia bisa menjelajahi daerah seluas apapun, maka raja akan memberikan kepadanya daerah seluas yang sanggup dijelajahinya itu. Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya dan melesat secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin.
Dia melaju dan terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin. Ketika lapar dan letih, dia tidak berhenti untuk makan dan minum karena dia mau memiliki tanah yang maha luas.
Akhirnya tibalah ia pada suatu tempat setelah berhasil menjelajahi daerah cukup luas, tetapi ia sudah sangat lelah dan hampir mati. Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, “Mengapa aku paksa diri begitu keras untuk menguasai tanah yang seluas ini? Kini aku sudah sekarat, dan hampir mati dan aku hanya butuh tanah seluas 2 meter untuk menguburkan diriku sendiri.”
Cerita ini mirip dengan perjalanan hidup kita. Kita cenderung memaksa diri sangat keras tiap hari untuk mencari uang, kekuasaan, dan keyakinan diri. Kita cenderung mengabaikan kesehatan kita, waktu bersama keluarga, dan kesempatan mengagumi keindahan di sekeliling kita, hal-hal yang ingin kita lakukan.
Kita cenderung mengabaikan kehidupan rohani kita. Kita cenderung tidak memikirkan dengan serius hidup kita sesudah mati. Anda percaya ada kehidupan sesudah mati? Suatu hari ketika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu, tapi kita tidak mampu memutar mundur waktu atas semua hal yang tidak sempat lakukan.
Maka mulai saat ini luangkanlah waktu memikirkan sejenak hal yang akan terjadi jika kita mati kelak. Atau apa yang akan kita lakukan saat ini seandainya kita tahu bahwa kita akan meninggal dalam waktu seminggu lagi? Sebulan lagi? Setahun lagi? 10 tahun lagi? Atau 40 tahun lagi?
Bukankah suatu hal yang menyenangkan sekaligus menyeramkan seandainya kita bisa mengetahui kapan kita akan mati? Cuma kita tidak tahu, kita semua tidak ada yang tahu. Kita hanya bisa bersiap meninggalkan semuanya. Jalanilah hidup yang seimbang, belajarlah menghargai dan menikmati hidup ini apa adanya, dan terutama:
"TAHU APA YANG TERPENTING DALAM HIDUPMU JANGAN LUPAKAN SIAPA YANG TELAH MEMBERI NAFAS SEPANJANG HIDUPMU"

Tuesday, May 26, 2009

Indahnya Berprasangka Baik


Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik kecap dan sama-sama tekun belajar Islam. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengajiannya. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka.

Suatu ketika sang kakak berdo'a memohon rezeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja.

Lalu sang kakak berdo'a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.

Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo'a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan i'tikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do'anya itu.

Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji ke rumah guru mereka.

Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo'a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo'a. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo'a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do'a-do'anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla.

Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.

Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do'anya tak pernah terkabul.

Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do'a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do'a untuk guru mereka, do'a selamat dan ada kalimah di akhir do'anya:

"Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu, Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do'a kakak ku, bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat,"

Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya, tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo'a untuk memenuhi nafsu duniawinya.

p/s: kakak dlm bahasa indonesia bermakna 'abang/saudara lelaki yg lebih tua'

Friday, May 22, 2009

Sepucuk Surat Buat Akhi


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Akhi, untuk kesekian kalinya kita bercakap-cakap. Walaupun tidak saling bertatap muka, walaupun isi pembicaraannya tidak melewati batas-batas kewajaran, tapi hati merasakan sesuatu.
Sejujurnya, di hati ini ana menolak. Ana takut di balik niat baik kita tersebut (Insya Allah), syaitan selalu menanti kelengahan kita. Ana takut, yang semula niat suci hanya untuk minta keridhaan Allah SWT, tercemari oleh nafsu-nafsu dunia. Di balik percakapan-percakapan tersebut, timbul rasa senang.
Syaitan sudah memasang perangkapnya di hati ini. Ana takut hati yang semula ikhlas, menjadi timbul penyakit-penyakit hati. Sedangkan Allah telah berfirman:
"Dan janganlah kamu dekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu yang buruk." (Al-Isra: 32)
Dulu, hati ini pernah mengalami hal seperti itu. Sekarang ana ingin menata hati ini yang telah terpecah-pecah hanya untuk mengharap ridha-Nya.
Mungkin akhi bisa menjaga hati akhi. Tapi ana? Ana butuh perjuangan keras agar jangan sampai terjatuh untuk kedua kalinya. Padahal ana sudah meminta akhi agar bisa membicarakan persoalan melalui email. Dengan email, hanya pokok persoalan saja yang tertuang, Tidak ada senda gurau, kalaupun ada mungkin hanya sebuah simbol senyum. Awalnya, akhi terima saran ana ini. Selanjutnya mungkin akhi lupa pesan ana tersebut. Ana hanya bisa bersuudzan, karena hanya alternatif 'lupa' itu saja yang bisa ana temukan. Karena ana teringat akan sepotong kalimat:
"Berikan penafsiran terbaik tentang apa yang engkau dengar, dan apa yang diucapkan saudaramu, sampai engkau menghabiskan semua kemungkinan dalam arah itu."
Akhi, kalau memang sudah ditakdirkan-NYa, saat-saat itu hanya beberapa bulan lagi. Insya Allah. Bersabarlah akh, janganlah akhi torehkan sebersit garis hitam selama penantian itu. Ana yakin, akhi tidak bermaksud untuk menorehkan noda itu.
Kelak, bila masa tersebut telah tiba, semuanya milik akh. Yang dulunya diharamkan oleh Allah, menjadi halal bagi akh. Tetapi tunggulah untuk beberapa saat. Sebentar lagi. Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati. Melalui suatu ikatan, Allah memberikan banyak keindahan dan kemuliaan.
Akhi, semula ana menerima akh karena dien yang akh miliki. Bukan karena harta atau keluarga akh. Ana ingin kelak akh bisa membimbing ana untuk selalu bisa berjalan di jalan-Nya. Ana ingin kelak bisa berdakwah bersama akh. Ana ingin.. ingin... dan semua keinginan muncul, setelah akh meminta kesediaan ana untuk menemani akh dalam menempuh kehidupan ini. Ana khawatir, semuanya akan kandas di tengah jalan sebelum masa tersebut telah tiba. Tentu akh tidak mengharapkan hal itu terjadi.
Bantu ana akh, bantu untuk tidak terlalu sering berhubungan. Hati ini masih rapuh sekali, retakan-retakan hati ini masih basah, belum merekat dengan erat. Jangan sampai retakan-retakan itu kembali menjadi puing-puing.
Sungguh, sulit sekali bagi ana untuk menatanya lagi.
Akhi, ana mohon periksalah hati kita. Sudahkan niat diikhlaskan hanya untuk mendapatkan ridho Allah? Atau karena ada yang lain? Karena kekecewaan terhadap seseorang atau lingkungan yang tidak sesuai dengan harapan? Allah Maha Pengampun akh, menangislah mohon ampunan apabila niat tersebut sudah berubah ke jalannya syaitan. Istighfar akhi.
Ana juga berkaca di diri ini, mungkin tindakan ana selama ini salah. Membantu akh merasa yakin atas tindakan akh sendiri.
Afwan akhi, bukan maksud ana menjerumuskan akh ke jalan syaitan. Ana juga beristighfar dan mohon ampun ke Yang Maha Besar Ampunan-Nya dan Maha Pedih siksaan-Nya atas kesalahan yang tidak ana sadari ini.
Malam ini, ana bermunajat kepada-Nya. Mohon diluruskan jalan yang akan ana tempuh. Mohon ampun atas segala kekhilafan yang telah ana lakukan sebagai makhluk yang tidak luput dari segala kealpaan. Ya Rabbi, bersihkan hati ini dari kotoran-kotoran yang membuat hamba lalai dalam beribadah. Dari kejahatan-kejahatan yang terselubung yang tiada hamba sadari. Ampuni hamba ya Allah. Amin.
Akhi, semoga ini mewakili ana yang tidak berani untuk menghubungi akh. Dan semoga akh mengerti alasan mengapa selama ini ana jarang sekali untuk memulai suatu pembicaraan. Sekali lagi afwan, bila hal ini menganggu akh, ini semata-mata ana lakukan buat kemaslahatan kita bersama.
Jazakumullah khairan katsira.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ukhti Muslimah

Pernikahan Tanpa Kemewahan




Ketika Nabi Muhammad menikahkan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, beliau mengundang Abu Bakar, Umar, dan Usamah untuk membawakan “persiapan” Fatimah. Mereka bertanya-tanya, apa gerangan yang dipersiapkan Rasulullah untuk putri kinasih dan keponakan tersayangnya itu? Ternyata bekalnya cuma penggilingan gandum, kulit binatang yang disamak, kendi, dan sebuah piring.

Mengetahui hal itu, Abu Bakar menangis. "Ya Rasulullah. Inikah persiapan untuk Fatimah?" tanya Abu Bakar terguguk. Nabi Muhammad pun menenangkannya, "Wahai Abu Bakar. Ini sudah cukup bagi orang yang berada di dunia." Fatimah, sang pengantin itu, kemudian keluar rumah dengan memakai pakaian yang cukup bagus, tapi ada 12 tambalannya. Tak ada perhiasan, apalagi pernik-pernik mahal. Setelah menikah, Fatimah senantiasa menggiling gandum dengan tangannya, membaca Alquran dengan lidahnya, menafsirkan kitab suci dengan hatinya, dan menangis dengan matanya.

Itulah sebagian kemuliaaan dari Fatimah. Ada ribuan atau jutaan Fatimah yang telah menunjukkan kemuliaan akhlaknya. Dari mereka kelak lahir ulama-ulama ulung yang menjadi guru dan rujukan seluruh imam, termasuk Imam Maliki, Hanafi, Syafi'i, dan Hambali.

Bagaimana gadis sekarang? Mereka, memang tak lagi menggiling gandum, tapi menekan tuts-tuts komputer. Tapi bagaimana lidah, hati, dan matanya? Bulan lalu, ada seorang gadis di Bekasi, yang nyaris mati karena bunuh diri. Rupanya ia minta dinikahkan dengan pujaan hatinya dengan pesta meriah. Karena ayahnya tak mau, dia pun nekat bunuh diri dengan minum Baygon. Untung jiwanya terselamatkan. Seandainya saja tak terselamatkan, naudzubillah min dzalik! Allah mengharamkan surga untuk orang yang mati bunuh diri. Si gadis tadi rupanya menjadikan kemewahan pernikahannya sebagai sebuah prinsip hidup yang tak bisa dilanggar.

Sayang, gadis malang itu mungkin belum menghayati cara Rasulullah menikahkan putrinya. Pesta pernikahan putri Rasulullah itu menggambarkan kepada kita, betapa kesederhanaan telah menjadi "darah daging" kehidupan Nabi yang mulia. Bahkan ketika "pesta pernikahan" putrinya, yang selayaknya diadakan dengan meriah, Muhammad tetap menunjukkan kesederhanaan. Bagi Rasulullah, membuat pesta besar untuk pernikahan putrinya bukanlah hal sulit. Tapi, sebagai manusia agung yang suci, "kemegahan" pesta pernikahan putrinya, bukan ditunjukkan oleh hal-hal yang bersifat duniawi. Rasul justru menunjukkan "kemegahan" kesederhanaan dan "kemegahan" sifat qanaah, yang merupakan kekayaan hakiki.

Rasululllah bersabda, "Kekayaan yang sejati adalah kekayaan iman, yang tecermin dalam sifat qanaah". Iman, kesederhanaan, dan qanaah adalah suatu yang tak bisa dipisahkan. Seorang beriman, tecermin dari kesederhanaan hidupnya dan kesederhanaan itu tecermin dari sifatnya yang qanaah. Qanaah adalah sebuah sikap yang menerima ketentuan Allah dengan sabar; dan menarik diri dari kecintaan pada dunia. Rasulullah bersabda, "Qanaah adalah harta yang tak akan hilang dan tabungan yang tak akan lenyap." (Agus Haris)

Friday, May 15, 2009

Kerana Manisnya Benderam


p/s: sketsa lucu & lawak, tapi ada isyarat dan maknanya. cuba dalami..

Sidang Media Sebaik Sahaja Mahkamah Memutuskan...

...Mak Mah adalah penyewa tapak gerai Pasar Malam Jalan SS6/1, Kelana Jaya dan tuan punya tong gas yang sah.

Buletin Berita Hairan (BBH): Apa yang Mak Mah fikirkan setelah Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur mengumumkan Mak Mah sebagai tuan punya tong gas yang sah?

Mak Mah: Dalam hati Mak Mah kata "yes, yes, yes" tapi terlafaz di mulut Mak Mah, Alhamdulillah syukur nikmat kepada Tuhan yang memberi rahmat. Terharulah.

Buletin Berita Hairan: Mak Mah berterima kasih?

Mak Mah: Buat apa nak terima kasih?

Buletin Berita Hairan (BBH): Apakah Mak Mah menaruh harapan pada mulanya?

Mak Mah: Tak sangat. Sebab ya lah, Mak Mah kan peniaga kecik. Jual benderam je. Kalau berniaga besar-besar macam jual kapal selam ke, tentulah orang pandang. Tapi mujurlah ada juga keadilan untuk orang bawahan seperti Mak Mah ni.

Buletin Berita Hairan (BBH): Mak Mah akan kembali menjual benderam di pasar malam tersebut?

Mak Mah: Tentulah, benderam mengalir dalam darah Mak Mah (mulai sebak).

Buletin Berita Hairan (BBH): Sekarang adakah Mak Mah rasa mereka yang merampas tong gas Mak Mah akan kembalikan tong gas tersebut?

Mak Mah: Tak tahulah. Tapi ambil hak orang tak patutlah. Tong gas tu Mak Mah punya, Mak Mah beli dengan titik peluh dan duit sendiri (Mak Mah mula menangis, air mata yang jernih menitik menuruni pipinya yang gebu disuntik botox beberapa bulan lalu). Dah ada duit, sendiri belilah sendiri punya.

Buletin Berita Hairan (BBH): Apa tindakan Mak Mah seterusnya?

Mak Mah: (mengesat air mata dengan selendang warna pink) Mak Mah akan menghadap majlis bandaranlah semula, tengok mereka bagi balik tak tapak gerai dan tong gas kepunyaan Mak Mah tu. Ya lah Mak Mah ni cuma melukut tepi gantang.

Buletin Berita Hairan (BBH): Kalau mereka tak nak beri?

Mak Mah: Tak tahulah (terus bersedih dan dilanda pilu) Mak Mah akan kata kenapalah durian sanggup melanda timun macam Mak Mah ni.

Buletin Berita Hairan (BBH): Tak jawab soalan, Mak Mah mesti jawab soalan.

Mak Mah: (tersedu) Entahlah nak, harap ada cahaya di hujung jalan. Mak Mah ni orang susah. Tak pandai nak ulas benda-benda ni. Mak Mah cuma tahu jual denderam saja. Janganlah ambil ini dari Mak Mah. Biarlah Mak Mah tunai dan langsaikan tempoh dalam kontrak Mak Mah tu. Bila tiba masanya tender dibuka semula, bertandinglah semula dengan adil.

Buletin Berita Hairan: Kalau mereka tak nak beri juga?

Mak Mah: Mungkin Mak Mah mogok lapar, tak nak gunting rambut dan biarkan ia mengurai panjang-panjang, kemudian in case Mak Mah mati for sure Mak Mah akan mundar-mandir sambil jerit-jerit: pulangkan! pulangkan!

Buletin Berita Hairan (BBH): Ada apa-apa lagi yang Mak Mah nak katakan?

Mak Mah: Kalau kita baik orang akan baik dengan kita. Itulah falsafah benderam. Mak Mah ada dihubungi oleh pengarang 'Kerana Manisnya Epal'; dia beri cadangan masa jumpa pegawai di majlis bandaran tu Mak Mah bawa sekali benderam minta dia rasa, manalah tahu kerana manisnya benderam dia akan lembut hati.

http://tehranifaisal.blogspot.com/

Thursday, May 14, 2009

PANDUAN TENTANG WIFI

(harap shbt smua beri perhatian ttg ni sbbnya kita yg guna wireless lbh mudah utk diserang 'musuh'.. beware... al-wiqayah khairun minal 'ilaj.. )

http://baikipc.wordpress.com/
Mac 17, 2009 — PakNik

Kini semakin ramai pengguna internet di negara kita sudah pun memiliki capaian tanpa wayar untuk melayari internet. Sama ada mereka memang memerlukannya atau tidak, itu adalah suatu persoalan lain.
Saya cuba kongsikan di sini beberapa maklumat yang elok anda pertimbangkan sekiranya anda menggunakan WiFi/WiMax.

· Pertama ialah Perlindungan – Anda patut sangat membuat kata laluan untuk ‘access’ wireless anda. Sekiranya anda merasakan ini adalah tidak penting, cuba bayangkan senario dimana seseorang yang berkongsi WiFi anda dan melakukan aktiviti seperti ‘phishing scam‘ lalu dikesan oleh pihak berkuasa. Cuba teka, pihak berkuasa akan mengetuk pintu rumah siapa? Elakkan dari menggunakan WEP kerana sebab-sebab tertentu, tetapi cuba gunakan WPA untuk ‘encryption’ anda.

· Perkara kedua ialah kedudukan – Penting anda memastikan kedudukan peralatan WiFI anda untuk mengelak sebarang gangguan. ‘Cordless Phone’ dab microwave akan mengganggu WiFI anda. Begitu juga dinding konkrit. Satu perkara lagi ialah antenna perkakas wireless anda hendaklah tegak bukan condong ke arah PC, kerana signal dari antenna itu adalah dari sebelah sisinya bukan dari atas antenna itu.
· Ketiga ialah keserasian – Memang tidak dapat disangkal bahawa jika anda mempunyai Dlink Wireless router misalnya, maka tidak menjadi masalah jika anda gunakan kad wireless jenama lain untuk mencapai wireless router jenama Dlink. Tetapi jika dapat, pastikan semuanya adalah jenama yang sama.

· Update firmware – pastikan anda sentiasa kemaskini ‘firmware’ untuk perkakas wireless anda. Lawatilah selalu laman web pengeluar perkakas yang anda gunakan.

· Isu kelima ialah jarak – semakin jauh anda dari router maka bermakna semakin lemah signalnya. Secara amnya diketahui bahawa jarak kurang dari 100 meter adalah jarak yang paling sesuai. Kelembapan udara juga memainkan peranan membantut kelancaran signal perkakas anda.

Sabar


Jangan jadi orang tidak sabar
Terus bersabar tetapkan bersabar
Sabar itu sebahgian iman
Jadikan ia satu amalan
Awan tidak sentiasa mendung
Langit yang cerah pasti akan datang
Ombak tidak sentiasa menggulung
Menghempas bahtera di laut
Kadangkala tenang
Mendamaikan hati yg rawan
Begitulah satu gambaran
Orang yang diduga dalam kehidupan
Pastinya kan tiba kemudahan
Ganjaran iman di sisi tuhan
Awan tidak sentiasa mendung
Langit yang cerah pasti akan datang
Ombak tidak sentiasa menggulung
Menghempas bahtera di laut
Kadangkala tenang
Mendamaikan hati yg rawan
Kata pujangga orang yg bersabar umpama sang pahlawan
Gagah berani dia digeruni berkorban rela mati
Jangan jadi orang tidak sabar
Terus bersabar tetapkan bersabar
Sabar itu sebahgian iman
Jadikan ia satu amalan

p/s: saya suka dengar lagu nasyid ni.. suka dengar, hayati, renungi dan kadang2 tu kalu dah over, ter'nasyid' dengan sendirinya di luar kawalan.. =) .. malah kawan2 yg sebilik tu pun ikut buat konsert tanpa lesen yang sah.. hehe.. afwan ya.. suara antunna semua best2 laa..

Sunday, May 10, 2009

THE REASON IS YOU

I'm not a perfect person
There's many things I wish I didn't do
But I continue learning
I never meant to do those things to you
And so I have to say before I go
That I just want you to know
I've found a reason for me

To change who I used to be
A reason to start over new
and the reason is you
I'm sorry that I hurt you
It's something I must live with everyday
And all the pain I put you through
I wish that I could take it all away
And be the one who catches all your tears
Thats why i need you to hear
I've found a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new
and the reason is You
I'm not a perfect person
I never meant to do those things to you
And so I have to say before I go
That I just want you to know
I've found a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new
and the reason is you
I've found a reason to show
A side of me you didn't know
A reason for all that I do
And the reason is you