Monday, February 22, 2010

PENJARA HATI


Assalamualaikum. ..

Sangat tepat pesanan Hasan al-Hudhaibi;

“Penjara bukanlah tembok tebal atau jeriji besi. Penjara yang sebenarnya adalah keadaan dalam perasaan dan fikiran kalian”.

Ternyata sekalipun jasad para ulama’ terpenjara, namun perasaan dan fikiran mereka ternyata masih bebas merdeka. Pemerintah zalim gagal memenjarakan perasaan dan fikiran mereka. Sehinggakan para ulama’ yang dipenjara mampu menghasilkan buah tangan yang terlalu istimewa tatkala mendiami tirai besi untuk seluruh umat Islam yang tercinta.

Dairi asam garam perjalanan hidup Syeikh Abdul Aziz al-Badri penuh dengan warna-warni. Beliau tidak keberatan untuk mencoretkan kisah yang dihadapinya tatkala menulis kitab‘al-Islam Baina al-Ulama’ Wa al-Hukkam’. Pada muqaddimah kitab tersebut, beliau menceritakan segala-galanya; “Sesungguhnya aku (Sheikh Abdul Aziz al-Badri) ditahan secara paksa di rumahku selama setahun. (Zaman pemerintahan Abdul Karim Qasim pada 2 Disember 1959 dan dibebaskan pada 2 Disember 1960) Bagi aku penahanan ini merupakan satu nikmat Allah s.w.t kepada ku. Pada waktu itu, aku sempat menyelediki buku-buku sirah, sejarah dan sejarah hidup para ulama’ Islam. Aku lakukannya untuk mengetahui pendirian dan prinsip ulama’ salafussalih bersama pemerintah disepanjang kewujudan Daulah Islamiyyah sejak ia dibangunkan oleh penghulu kita Rasulullah s.a.w yang mulia di Madinah Al-Munawwarah sehinggalah orang-orang kafir menghapuskan Daulah Islamiyyah pada tahun 1343 Hijrah. Pengetahuan terhadap sejarah mereka yang merupakan pendorong untuk aku menulis pendirian itu samada secara ringkas dan menyeluruh serta aku mengumpulkannya dengan perkara yang termampu bagiku dan bantuan taufiq dari Allah s.w.t kepadaku.

Apabila aku ditahan buat kali keduanya, (Pada 7 Ogos 1961 dan dibebaskan pada hari pengampunan pada 4 Disember 1961), aku memohon pertolongan kepada Allah s.w.t agar mengemaskini tulisan ku ini dengan memilih perkara yang sesuai dan memberi komentar terhadap tulisannya agar penulisan ini dalam ruang lingkup perbincangan dan tidak keluar dari dasar penulisannya. ..”. Akhirnya dari penahanannya membuahkan kitab al-Islam Baina al-Ulama’ wa al-Hukkam.

Lebih hebat lagi dapat kita perhatikan pada seorang fuqaha' besar daripada al-Hanafiah; Syamsul A‘immah As-Sarkhasi. Beliau telah berjaya menghasilkan sebuah kitab fiqh yang mempunyai 30 jilid tatkala beliau dipenjarakan di penjara 'Bauzajund'. Kitab ini dihasilkan tanpa dirujuk mana-mana kitab-kitab lain. Bahkan kitab ini disiapkan dengan buah fikirannya dan disalin kembali oleh murid-muridnya yang berada di atas tembok penjara. Akhirnya kitab yang 30 jilid ini dapat disiapkan sehinggakan diakhir suatu bab dituliskan; "telah selesailah syarahan berhubung dengan 'al-aqrar' yang mengandungi pelbagai rahsia didalamnya, ia disiapkan oleh seorang yang tahanan yang dikelilingi oleh banduan". Betapa berkuasanya Allah Yang Maha Agung. Ketakjuban ini dihikayatkan dalam al-Fawaid al-Bahiyyah Fi Tarajim al-Hanafiah.

Syeikh al-Islam Ibnu Taimiyyah tidak ketinggalan untuk membawa buah tangan dari penjara. Tatkala menempuh hidupnya di penjara Qal'ah yang menjadi tempat terakhir kehidupannya. Beliau mengisi waktu yang ada dengan beribadah kepada Allah s.w.t, membaca al-Quran. Bukan setakat itu, bahkan puntung-puntung kayu yang menjadi arang dijadikan pena bagi menulis kitab-kitab serta menjawab terhadap tuduhan yang dilemparkan oleh penentang-penentang nya. Namun setelah pemerintah mendapati sebahagian daripada kitab beliau mendapat sambutan, pemerintah pun menegah beliau dari menulis dan membuat sebarang kajian. Peristiwa ini disematkan dalam Tazkiratul Huffaz oleh Ibnu Abdul Hadi.

Suatu mutiara kata yang sangat bermakna pernah terbit dari mulut Imam Ibn Taimiyyah sebagaimana yang diceritakan oleh muridnya Imam Ibn Al-Qayyim Al-Jauzi yang turut dipenjarakan bersama beliau;

"Banduan yang sebenar ialah mereka yang hatinya terpenjara dari tuhannya, manakala orang tawanan yang sebenar ialah orang yang ditawan oleh hawa nafsunya!".

Terdetik sejenak, adakah kita sekarang seorang banduan atau tawanan? Atau benar-benar bebas dan merdeka?

lawati:

Wednesday, February 17, 2010

Monday, February 8, 2010

Seronok Buat Maksiat.. !!


Segala puji bagi Allah, kita memuji, memohon pertolongan dan petunjuk pada-Nya. Kita berlindung pada Allah dari keburukan jiwa dan perbuatan kita. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang Dia sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberikan petunjuk baginya. Kami bershalawat dan mengucapkan salam atas nabi kita Muhammad.

Nabi pembawa rahmat dan petunjuk, Allah mengutus beliau setelah terputusnya para rasul. Maka Allah memberikan petunjuk dengan perantaraan beliau ke jalan yang paling lurus dan terang. Allah membuka pandangan yang tertutup dan telinga yang tidak mau mendengar serta hati yang tertutup. Amma ba'du:

Banyak orang yang mengeluh akan kerasnya hati, hilangnya keberkahan, godaan setan dan sibuk dengan dunia (sehingga lalai tuntunan agama). Mereka lupa dengan dari firman Allah SWT:

"Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak." (Q.S Ibrahim: 42)

Berkata Maimun bin Harun tentang makna ayat ini: "Ini adalah ta'ziyah bagi orang yang didzalimi dan ancaman bagi orang yang dzalim". Tentang firman Allah SWT:

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (Q.S Asy-Syuuraa: 30)

Berkata Ibrahim bin Adham: "Kita adalah keturunan penduduk surga, Iblis telah mengeluarkan kita dari surga dengan kemaksiatan. Maka sudah selayaknya bagi orang yang berbuat dosa agar tidak tentram dengan kehidupannya sampai ia kembali ke tanah airnya". Kalau demikian halnya, maka ini tidak lain kecuali pengaruh buruk dari kemaksiatan. Allah berfirman:

"Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir), Mengapa kamu (berbuat demikian); bagaimanakah kamu mengambil keputusan" (Q.S Al-Qalam 35-36)

"Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka Amat buruklah apa yang mereka sangka itu" (Q.S Al-Jatsiyah: 21)

"Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi. Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertaqwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat" (Q.S Shaad: 28)

Sebab kemaksiatan adalah seperti yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam rahimahullah: "Yang menyebabkan pelaku maksiat terjerumus adalah kelalaian dan syahwat, inilah pokok dari segala kejahatan. Allah berfirman:

"Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas". (Q.S Al-Kahfi: 28)

Kejahatan tidak hanya disebabkan oleh hawa nafsu, tetapi dibarengi dengan kebodohan. Karena orang yang punya hawa nafsu jika ia sadar bahwa perbuatan itu akan mendatangkan mudharat, secara otomatis ia akan menghindar darinya, karena itulah para shahabat mengatakan bahwa setiap orang yang melakukan kemaksiatan, maka hal itu disebabkan kebodohannya. Akan tetapi ia tidak dimaafkan dengan sebab ketahuannya. Ia mesti memperhitungkan akibat buruk dari maksiat pada diri pelakunya di dunia dan akherat – semoga Allah melindungi kita darinya-, karena orang yang bermaksiat di kala ia melakukannya, ia bermaksiat pada siapa? Dialah Raja diraja!

Berkata Bilal bin Sa'd rahimahullah: "Jangan engkau melihat pada kecilnya dosa, tetapi lihatlah pada agungnya Dzat yang engkau maksiati".

Yang mendorong penulis untuk mengetengahkan pembahasan ini adalah sikap menyepelekan kebanyakan kaum muslimin yang sangat disayangkan dalam mendekati kemaksiatan, dengan anggapan bahwa dengan taubat saja cukup untuk menghilangkan dosa!

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah: "Dosa-dosa ibarat luka-luka, bisa jadi sebuah luka menyebabkan kematian".

Demi Allah, tidak cukup semata-mata taubat, bahkan mesti diiringi oleh penyesalan, rasa takut dan senantiasa istighfar dan memperbanyak amalan kebaikan sehingga kita termasuk dari orang-orang yang didekatkan dan selamat.

Allah berfirman: "Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan.Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Q.S Al-Furqaan: 70)

"Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya". (Q.S Al-Furqan : 71)

Maka wahai saudara muslim, jika jiwamu mendorong untuk bermaksiat dan fikiranmu tertuju padanya, hatimu bertekad untuk melakukannya, maka bacalah dampak negatif dan keburukan dari maksiat yang ada dalam pembahasan buku ini. Ingatlah keagungan pencipta anda, anugrah-Nya pada diri anda berupa kenikmatan kesehatan. Seandainya anda tidak sehat tentulah anda tidak merasakan kepuasan maksiat atau barangkali anda tidak dapat melakukannya. Pertimbangkanlah wahai saudaraku yang mulia antara (segi positif dan negatif dari maksiat). Kenikmatan yang anda dapatkan dari maksiat hanyalah sesaat. Saya mengharap agar anda mengingat pahitnya terhindar (dari kebaikan dan pahala), tidak ada kebaikan pada kelezatan yang diakhiri dengan neraka. Saya memohon pada Allah agar memelihara diriku dan anda dari segala keburukan dan apa yang tidak diinginkan.

Ya Allah, dengan mengharap (pada-Mu) wujudkanlah cita-cita kami, perbaikilah amalan kami dalam setiap keadaan, mudahkanlah jalan untuk mendapatkan keridhaan-Mu, Arahkanlah ubun-ubun kami pada kebaikan, berikanlah kami kebaikan di dunia dan akherat, serta jauhkanlah kami dari siksa neraka dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengampun. Semoga shalawat dan salam tetap terlimpah pada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya ..

Wednesday, February 3, 2010

Dari Tokek Sampai Bokbong: Semua Ciptaan Allah Ada Gunanya..

Assalamualaikum wbt.. hari ni terasa nak berkongsi dgn kawan2 semua satu topik yang best la jg.. cuba baca semula judul kat atas tu.. hehe.. lawak kan? kawan2 tahu tak apa tu 'Tokek'? ia sbnrnya sejenis binatang yang x ada kat malaysia, cuma kat indonesia je.. betul tak? saya pun xpasti lg sbnrnya, tp tokek tu ana xpernah jumpa lah kat malaysia sampai ke hari ni.. entah la kan kot2 satu hari nanti spesis tu akan maujud di malaysia.. akhir zaman ni semua berlaku.. tiada yang mustahil dgn kuasa Allah SWT..

kenapa saya boleh tergerak hati nak tulis posting pasal ni? ada kisahnya.. hehe..

*(Cerita lakonan sandiwara ini sudah diadaptasi dari cerita asal).. hehe
Pada suatu hari, binatang tokek tu berbunyi dgn kuat lah jg kat tingkap bilik kami, pastu kawan2 sebilik pun sibuklah mencari-cari punca bunyi tu. sampai ada yg nak rakam.. pastu ada sorang sahabat ana tercetus idea berkata "kuatnya bunyi tokek ni, lucu pun ada, seram pun ada".. huhu.. pastu ada sorg menjampuk "tringat ambo kat bokbong la weh bila dgr bunyi tokek ni".. fuh.. macam2 crita boleh timbul bila dok ramai2 ni.. pastu ada sorg budak pahang menjawab "bokbong tu binatang macam mane ya?, pernah dengar tp xpernah tengok"... sorg budak kedah pun membalas "bokbong tu ekoq dia lebat macam tupai la".. ooo ye ke ana pula membalas.. pastu sorg budak kelantan menyampuk perbualan mereka-mereka tu "bokbong ni macam musang la, bukan macam tupai".. aik, pelik ni, macam2 fatwa dan teori sudah tercetus.. yg mana satu betul ni.. konfius2..
makanya, ada sorg lagi memberi idea genius "kenapa tak cari dlm internet je gmbar bokbong tu, baru tahu kesahihannya".. bagus2, betul jg.. idea yg bernas..
alkisahnya, bermulalah pencarian dlm search engine google.. semua dok berkerumun dpn 1 laptop.. huhu.. semua bersemangat nak tgok bokbong.. cari punya cari.. maka jumpalah ini semua:-

ini gambar tokek, cantik kan corak kulit dia, bintik2 merah.. subhanallah.




ini tokek warna kuning.. sepertinya tokek albino.. hehe, tak cukup pigmen warna pada tubuhnya.. tp semuanya adalah kejadian dan ciptaan yg Maha Kuasa Allah SWT..


ini haiwan 'beaver' - memerang, cuba tengok ekornya yg leper..

ini pun beaver jg, tgok dia duduk atas ekor dia.. hehe jd macam tikar alas duduk pula, banyak guna ekornya kan? subhanallah..


inilah rupanya musang, ekor dia panjang dan muka macam kucing..


ini pula berbagai jenis musang- kesimpulannya adalah musang ni jenis ekor panjang..





ini pula platipus.. muncung macam itik dan ekor pun leper, dia haiwan jenis mamalia sbb melahirkan dan menyusukan anaknya, berdarah panas macam manusia tp boleh tinggal dalam air.. subhanallah..



ini ialah biawak komodo, tinggal dalam air, ganas sbb jenis pemangsa jg, karnivor.. lbh kurg macam buaya lah senangnye.. tgok kaki2nya tu.. boleh berdiri dgn tinggi, bukan macam biawak kat rumah di malaysia badan rapat ke tanah.. komodo ni hanya terdapat di Indonesia.. gambar dia ada pada duit coin 50rupiah kalu tak silap, cuba check ya..



ni tak pasti sbnrnya, sama ada buaya atau biawak atau dinasor atau haiwan dlm filem org puntis.. entahlah.. heee, seram tgok muka dia kan..



lamaya pencarian, dah lah panas dok dalam bilik ni sbb kipas rosak.. huhu.. dugaan dunia sungguh, panas di akhirat kita tak tahu lagi kan takat dia brapa celcius.. panas dunia dah mengeluh.. belilah kipas baru kalau tak tahan panas.. tp kalu kat akhirat ada org jual kipas ke???.. huhu.. cuba2 lah muhasabah diri.. koreksi amalan..
alhamdulillah.. akhirnya pencarian berjaya..
inilah haiwan nama bokbong, nama saintifik dia monggoose, spesis asal mausul dari india.. ada artikel dia tu dalam bahasa inggeris dia bilang : ganasnya haiwan bokbong ni boleh mengalahkan ular tedung selar.. subhanallah.. kecil2 cili api ni..

teringat pula masa kecik2 bila time mengamuk... ummi selalu kata "jangan jerit (menangis melaung) malam2, nanti bokbong mari, bokbong kekoh (gigit) la budok2 dok bising ni" huhu.. pastu kami pun diam serta merta, takut dan seram.. pastu kami pun tanya ummi balik "binatang bokbong tu lagumano ummi?".. dia pun jawab.."bokbong tu bahaya, besar, dok diam la, nanti bokbong mari" hehe.. ummi jawab sbnarnya jawaban yang tidak menjawab pertanyaan.. jdnya sampai sekarang kami tak kenal haiwan bokbong ni macam mane bentuk dia.. hehe.. tp xpe, jawaban ummi tu myebabkan otak kami ligat berfikir, besar macam gajah ke? bahaya macam harimau ke? atau besar macam dinasor? bahaya macam buaya ke? macam2 la kami berdiskusi sesama adik bradik.. lawakla jg masa tu.. diskusi budak2 kecik..
sehingga lah ke hari ini baru saya tahu haiwan bokbong tu kecil je sbnrnya.. subhanallah.. Allah menciptakan sesuatu ada gunanya, tiada yang sia-sia.. hatta sebiji batu kecil yang tidak bergerak di dasar lautan paling dalam, ada gunanya..

moral of the story: jgn menghina sesuatu ciptaan Allah, karena kalu tersilap hari bulan, tersalah mulut, hinaan kita tu akan jatuh kepada yang menciptakan ciptaan itu.. bimbang kutukan dan hinaan kita tu kepada Allah SWT.. nauzubillahi min zalik.. kadang2 kita tak sedar, kita tak perasan.. jaga mulut, jaga hati ya..
wassalam..