Wednesday, March 2, 2011

Kem Beliawanis Solehah Dun Gaal

Assalamualaikum wbt.. apa khabar semua? Semoga antum semua sentiasa dibawah lindungan dan rahmat Allah swt..

Di bawah ini adalah gambar sekitar Kem Beliawanis Solehah di Tok Bali, Pasir Puteh pada 18 dan 19 Feb 2011 anjuran Muslimat Pas Dun Gaal..

Dalam program tersebut ana hanya membantu AJK Muslimat Dun Gaal untuk memoderator pgram.. Berkawan lah ana dengan makcik-makcik dan ada yang boleh dipanggil nenek-nenek.. Walaupun dengan usia yang tua dan sakit sana sini, mereka tetap menggagahkan diri menjalankan tugas untuk Jemaah, tugas dakwah. Jadi ana terfikir kemana kah perginya golongan anak muda yang cergas dan cerdas untuk menjalankan tugas ini, kemana perginya generasi pelapis yang akan menyambung tugas dakwah Rasulullah saw ini.. kemana kah mereka..

Bertudung hijau berkaca mata di dalam gambar ini adalah Dr. Salimah, Isteri kepada YB Dr. Nik Mazian ADUN Gaal. Beliau merasmikan Program pada malam tersebut.. Banyak cerita yang telah dikongsikan bersama.. antara yang menarik dan amat tertarik adalah beliau menceritakan tentang pengajian dan perkahwinan beliau di Mesir.. "K.mah (panggilan mesra) kawin umur 22 lagi, masa tu masih belajar di Mesir. Kawin masa belajar ni bergantung kepada individu. K.mah dan Dr. Nik tak pernah bercinta, kami dipertemukan dalam usrah. Jd adik2 semua, jangan tinggalkan usrah. Melalui usrahlah kita akan dapat banyak ilmu dan mungkin juga jodoh kita dipermudahkan melalui usrah. Itu semua ketentuan Allah swt"
kata-kata beliau yang boleh saya petik dan coretkan di sini.. ('',)

Peserta pgram hanya lah 32 orang, umur dalam lingkungan (14-22) tahun.. Dalam sesi pembentangan, banyak ilmu yang dapat diperolehi, mungkin ini adalah kenangan paling manis bagi adik2 yang tak pernah memegang microphone di depan umum.. melatih mereka berani ke hadapan.. ada yang berpusing 360' disebabkan malu.. haha.. macam-macam lah gaya mereka.. rugi ana tak rakam!

Kami bergambar bersama di akhir program. 
















Menyanyikan lagu tema "Aduhai Puteriku Sayang".. suara kami disedapkan dan dimerdukan oleh lagu dari laptop.. hihi..

Adik-adik semua.. kutiplah mutiara ilmu dan pengajaran dari semua slot pengisian progam ini untuk diterapkan dalam kehidupan adik-adik nanti.. Semoga beroleh hikmah dan manfaatnya.. 
Wassalam.. (^_^)

Wednesday, February 16, 2011

Monday, February 7, 2011

Jika Aku Jatuh Cinta !!

Ya Allah,
Jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu,
Agar bertambah kekuatanku untuk menyintaiMu..

Ya Muhaimin,
Jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut padaMu,
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta nafsu..

Ya Rabbana,
Jika aku jatuh hati,
Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling daripada hatiMu..

Ya Rabbul Izzati,
Jika aku rindu,
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalanMu..

Ya Allah,
Jika aku menikmati cinta kekasihMu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirMu..

Ya Allah,
Jika aku jatuh hati pada kekasihMu,
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepadaMu..

Ya Allah,
Jika Kau halalkan aku merindui kekasihMu,
Jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepadaMu..
amin..

Doaku semoga kita sama-sama berjaya di dunia dan akhirat..
Berjaya dalam mengharungi segala cabaran dan dugaan..
Yang sememangnya menguji kekuatan iman..
Kerana tapak iman itulah yang menemukan cinta yang selama ini telah hilang..

Semoga cinta yang dicari telah ditemui..
Semoga Allah meletakkan kita di bawah payung rahmat kasih-Nya, InsyaAllah..

Saturday, January 1, 2011

Izinkan Aku Meminangmu

http://genta-rasa.com/

SYURGA RUMAHTANGGA
Binalah rumah-tangga di tapak iman
Tuluskan niat luruskanlah matlamat
Suami pemimpin arah tujuan
Isteri pembantu sepanjang jalan
Lalu mulakanlah kembara berdua
Kerana dan untuk… Allah jua

Di tapak iman dirikanlah hukum Tuhan
Iman itu tujuan Islam itu jalan
tempat merujuk segala kekusutan
tempat mencari semua penyelesaian
rumah jadi sambungan madrasah
berputiklah mawaddah…
berbuahlah rahmah

Inilah kunci kebahagiaan rumah-tangga
setia dan penyayang seorang suami
cinta dan kasih seorang isteri
Lalu berbuahlah mahmudah demi mahmudah
lahirlah zuriat yang soleh dan solehah!


___________________________________________________________

TELADAN CINTA KITA
Dia pahlawan yang dimuliakan wajahnya
Dia puteri dari zuriat yang mulia
Ali pewaris keberanian dan kebenaran
Fatimah titipan kesabaran dan kesucian
Persandingan itu…
di pelamin kemiskinan

Fatimah…
Puteri terpuji, isteri teruji,
Suami di medan jihad
Kau bermandi keringat
Jauh-jauh mencari air…di padang pasir
Di sengat sinar mentari
Sedikitpun tidak kau kesali
Untuk suami, kerana Ilahi

Ali…
Pahlawan unggul, ilmuan tersohor,
Syair setajam senjata
Gagah sekukuh kota
Kau kunci gedung nubuwwah
Kau fakir yang pemurah
Kau wira di sebalik selimut hijrah
Berkorban nyawa untuk Rasulullah

Ali & Fatimah…
Subuh itu mereka berdua bertemu Nabi
Lalu diluahkan ketandusan upaya
Betapa tenaga seakan tak mampu lagi
Untuk menanggung beban keluarga
Sudilah kiranya dihadiahkan seorang sahaya

Tersenyum Rasulullah mendengar rintihan
Lalu diberikan zikir sebagai gantian
Tiga kalimat sarat keberkatan
Subhannallah, Alhamdulillah, Alllah hu Akbar
Lalu esoknya mereka datang lagi…
Bersama satu kelapangan dan kekayaan hati
Cukuplah kami tak perlu apa-apa lagi!

Mereka miskin harta tapi kaya jiwa
Sering berpisah tapi tak gundah
Mereka bercinta kerana Allah

Indahnya mempelai di pelamin kemiskinan
Bila bersanding dua kemuliaan..
Seorang lelaki bergelar karamallahuwajjah,
seorang wanita yang az zahrah!

Friday, December 31, 2010

Something for Us to Ponder Upon


This is a powerful message in our modern society. We seemed to have lost our bearing & our sense of direction. 
 
One young academically excellent person went to apply for a managerial position in a big company.He passed the first interview, the director did the last interview, made the last decision.

The director discovered from the CV that the youth's academic achievements were excellent all the way, from the secondary school until the postgraduate research, never had a year when he did not score.

The director asked, "Did you obtain any scholarships in school?" the youth answered "none".

The director asked, " Was it your father who paid for your school fees?" The youth answered, "My father passed away when I was one year old, it was my mother who paid for my school fees.

The director asked, " Where did your mother work?" The youth answered, "My mother worked as clothes cleaner. The director requested the youth to show his hands. The youth showed a pair of hands that were smooth and perfect.

The director asked, " Have you ever helped your mother wash the clothes before?" The youth answered, "Never, my mother always wanted me to study and read more books. Furthermore, my mother can wash clothes faster than me.

The director said, "I have a request. When you go back today, go and clean your mother's hands, and then see me tomorrow morning.*

The youth felt that his chance of landing the job was high. When he went back, he happily requested his mother to let him clean her hands. His mother felt strange, happy but with mixed feelings, she showed her hands to the kid.

The youth cleaned his mother's hands slowly. His tear fell as he did that. It was the first time he noticed that his mother's hands were so wrinkled, and there were so many bruises in her hands. Some bruises were so painful that his mother shivered when they were cleaned with water.

This was the first time the youth realized that it was this pair of hands that washed the clothes everyday to enable him to pay the school fee. The bruises in the mother's hands were the price that the mother had to pay for his graduation, academic excellence and his future.

After finishing the cleaning of his mother hands, the youth quietly washed all the remaining clothes for his mother.

That night, mother and son talked for a very long time.

Next morning, the youth went to the director's office.

The Director noticed the tears in the youth's eyes, asked: " Can you tell me what have you done and learned yesterday in your house?"

The youth answered, " I cleaned my mother's hand, and also finished cleaning all the remaining clothes'

The Director asked, " please tell me your feelings."

The youth said, Number 1, I know now what is appreciation. Without my mother, there would not the successful me today. Number 2, by working together and helping my mother, only I now realize how difficult and tough it is to get something done. Number 3, I have come to appreciate the importance and value of family relationship.

The director said, " This is what I am looking for to be my manager.
I want to recruit a person who can appreciate the help of others, a person who knows the sufferings of others to get things done, and a person who would not put money as his only goal in life. You are hired.

Later on, this young person worked very hard, and received the respect of his subordinates. Every employee worked diligently and as a team. The company's performance improved tremendously.

A child, who has been protected and habitually given whatever he wanted, would develop "entitlement mentality" and would always put himself first. He would be ignorant of his parent's efforts. When he starts work, he assumes that every person must listen to him, and when he becomes a manager, he would never know the sufferings of his employees and would always blame others. For this kind of people, who may be good academically, may be successful for a while, but eventually would not feel sense of achievement. He will grumble and be full of hatred and fight for more. If we are this kind of protective parents, are we really showing love or are we destroying the kid instead?*

You can let your kid live in a big house, eat a good meal, learn piano, watch a big screen TV. But when you are cutting grass, please let them experience it. After a meal, let them wash their plates and bowls together with their brothers and sisters. It is not because you do not have money to hire a maid, but it is because you want to love them in a right way. You want them to understand, no matter how rich their parents are, one day their hair will grow gray, same as the mother of that young person. The most important thing is your kid learns how to appreciate the effort and experience the difficulty and learns the ability to work with others to get things done.

You would have forwarded many mails to many and many of them would have back mailed you too...but try and forward this story to as many as possible...this may change somebody's fate...

Thursday, December 23, 2010

ADUHAI PUTERIKU SAYANG


Assalamualaikum wbt..

Aduhai Puteriku Sayang, kutujukan khas buat dirimu adik-adik PMKIAS dan JTK 09/10... hayatilah bait-bait indah dari lagu nasyid ini..semoga ia mencetuskan makna untuk kalian..
**********************
Aduhai puteriku sayang
Aduhai puteriku sayang
Puteriku sayang

Lembutmu tak bererti kau mudah dijual beli
Kau mampu menyaingi lelaki dalam berbakti
Lembut bukan hiasan
Bukan jua kebanggaan
Tapi kau sayap kiri pada suami yang sejati



Disebalik bersih wajahmu
Disebalik tabir dirimu
Ada rahsia agung tersembunyi dalam diri
Itulah sekeping hati yang takut pada Ilahi
Berpegang pada janji mengabdikan diri

Malumu mahkota yang tak perlukan singgahsana
Tetapi ia berkuasa menjaga diri dan nama
Tiada siapa yang akan boleh merampasnya
Melainkan kau sendiri yang pergi menyerah diri

Ketegasanmu umpama benteng negara dan agama
Dari dirobohkan dan jua dibinasakannya
Wahai puteriku sayang
Kau bunga terpelihara
Mahligai syurga itulah tempatnya

Aduhai puteriku sayang
Kau bunga kebanggaan
Aduhai puteriku sayang
Kau bunga idaman
***********************************
Kalian adalah bunga agama, cantik dipandang, tenang dihati, hiasi dan pagarilah dengan benteng syariat agar kalian dihormati dan disegani kawan serta lawan..siiru 'ala barakatillah.. selamat berjuang..